Bila dulu aku begitu mengharapmu di balik semu
Maka bukan aku yang wujudkan harapan itu
Bila dulu kamu katakan, ‘yang kau harap itu semu’
Maka bukan kamu yang membekukan ucapmu itu
Tapi Dia dan senyuman-Nya, alasan kita sejalan...
Bila dulu kamu begitu satu dengan sang bisu
Maka bukan aku yang kembalikan untaian katamu
Bila dulu aku tak kian lelah dengan keheninganmu
Maka bukan kamu yang berikan kekukuhan itu
Masih Dia serta kehangatan-Nya, yang tuliskan kisah kita...
Bila kini aku menjadi bagian dari kisahmu
Maka bukan aku yang mengguratkan itu dalam harimu
Bila kini kamu alasan bagi tiap senyum dan tawaku
Maka bukan kamu yang menguntai candaku
Tetap Dia dan pikiran-Nya, yang jadi pelita kita...
Bukan...bukan aku atau kamu...
Cinta-Nya padaku adalah nafas
Yang mengajarkanku...cara mencintaimu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar