Teruntuk rembulan...
Mentari yang mendambamu, sejauh petang dari paginya
Menembus akal budi, hingga bersinar di langit yang sama
Lembaran waktu memutar dunia, menggulir angkasa
Pun, samudera pemilik rembulan, pencipta kerlipnya
Samudera tertuju lenyapkan mentari, padamkan sinarnya
Selamanya...
Hingga bumi tak lagi bermentari, surya meregang nyawa
Teruntuk rembulan...
Cercah mentari tak ada daya taklukkan amuk samudera
Meski mentari dan bulan pernah bersinar bersama
Lembaran waktu menukik harap, datangkan petaka
Pun, mentari kan tetap bercahaya, tanpa laku dan kata
Dalam bisu dan landa rindu nestapa, sinar surya teruntuk bulan
Selamanya...
Hingga bumi tak lagi berputar, mentari tak bernyawa
Teruntuk rembulan...
Kehilangan cercahnya selamanya, atau menjarak dari bulan muda
Pilihan yang jadikan mentari seolah tak ingin bernyala
Bulan dambaannya masih dalam genggam samudera
Lembaran waktu penuhkan bulan, siapkan cerita
Pun, bulan mentari menjarak dalam merindu, dalam dusta samudera
Langit yang menatap, kan satukan keduanya, tak terdua
Selamanya...
Hingga samudera tak lagi meronta, matahari tak bernyawa