Jumat, 19 Agustus 2011

Buat Cinta

Cintaku…aku tak tahu…
Kamu yang bodoh, atau aku yang keliru?
Kamu yang naif, atau aku yang sok tahu?
Cinta, pernahkah kamu…
Barang sedetik saja, melihat hatimu…
Dan menyadari…ada yang indah di situ…
Kenapa kamu tak tahu…
Indahnya kamu buat aku?
Kamu yang bodoh, atau aku yang keliru?
Aku tak akan pernah tahu…

Cintaku…maksudnya apa?
Kamu yang polos, atau aku yang hiperbola?
Aku yang tolol, atau kamu yang berpura?
Cinta, aku takkan jera...
Mencari setiap jengkal keindahan dinda…
Meski kamu bilang “takkan ada!”
Kenapa kamu berpura…
Padahal kamu tahu, aku tak mengada-ada?
Kamu yang polos, atau aku yang hiperbola?
Masih tak tahu apa maksudnya…

                                                                                                                       
                                                                                                                              230708_22.03 PM  


Gone...

Gone

Gone…
All of my feeling to you…
All of my respect to you…
All of my memories with you…
Go away with your shadow…
Just left the wound…
That’ll never be gone…

Gone…
All of your smile to me…
All of your care to me…
All of your journey with me…
Go away with your shadow…
Just left my love to you…
That’ll never be gone…



Selasa, 09 Agustus 2011

Passion IS Your Lantern

"Ku biarkan ku mengikuti suara dalam hati, yang s'lalu membunyikan cinta....
Ku percaya dan ku yakini murninya nurani, menjadi lentera jiwaku...."

Mungkin bagi banyak orang, pekerjaan adalah mengenai masa depan, tepatnya masa depan keuangan kita, pekerjaan adalah tentang investasi, tentang peluang, tentang untung rugi. Tak ada ruang bagi kata 'suka' atau 'tidak suka', karena pekerjaan bukan hal yang bisa dipilih begitu saja. Namun benarkah demikian? Menurutku nggak tuh, dan nampaknya Mas Nugie dan banyak orang yang sudah menemukan lentera jiwanya juga bakal berpendapat senada.
Nugie dalam lagunya 'Lentera Jiwa' bener-bener sudah menginspirasi saya (dan juga banyak pendengar lainnya pastinya). Apa sih lentera jiwa ini? Merk neon terbaru? Nyastra banget gitu bahasanya. To say it shortly, lentera jiwa ini biasa kita kenal dalam bahasa keren lain. Passion.

Yap, Passion alias gairah inilah yang menjadi fokus ku dalam posting kali ini. Eiits...jangan berpikir kemana-mana kalau berbicara soal gairah, tentunya saya ingin sedikit share tentang gairah atau lentera jiwa dalam profesi.
Seperti yang sudah saya singgung di atas, kebanyakan orang berpikir bahwa pekerjaan bukanlah tentang pilihan. Ada garis tegas yang memisahkan pekerjaan dengan hobi. Namun saya pribadi nggak setuju sama pendapat macam begitu, no offense. Love what you do and do what you love....itu kata-kata seorang motivator kepada saya, mengutip seorang bijak ternama (yang entah siapa namanya saya lupa) dan hingga detik ini, kalimat itu masih terngiang dan menginspirasi keseharian saya. Pekerjaan itu adalah pilihan, dan pilihan itu bukan soal besarnya uang yang didapat kelak, pilihan itu soal passion...soal panggilan lentera jiwa, soal suka atau tidak suka saya ketika menjalani pekerjaan itu. If you don't love your job, and there's no passion in it, then it will comes to nothing. There's no need to force yourself and resist your passion.
Well, semua ini mungkin keliatan terlalu idealis (terlebih bagi yang kurang setuju sama pandangan saya), and I have to admit, it is indeed idealistic. tapi toh saya tetap berpegang pada pandangan saya ini, terserah dengan yang lainnya.
Pada suatu kesempatan, Bang Andy F. Noya, jurnalis tersohor sekaligus pembawa acara Kick Andy yang populer di Metro TV itu bertemu saya dalam sebuah sesi, dan berkisah tentang lentera jiwa ini. Jauh sebelum beliau menekuni dunia media dan jurnalisme, Bang Andy sempat menjalani pendidikan Teknik Mesin.   Bayangkan saja, seorang mahasiswa teknik mesin yang hobi membuat puisi dan bahkan mengikuti Kompetisi Membaca Puisi Tingkat Nasional, kedengaran sangat feminin bukan? (Bang Andy menuturkan ini sembari berseloroh). Namun nampaknya tak ada yang bisa menghentikan beliau mengikuti panggilan lentera jiwanya. Mendengarkan pengalaman Bang Andy membuat saya menyadari satu hal penting lagi, passion adalah tentang keberanian. Berani mengambil keputusan, berani berpikir out of the box. Pada akhirnya Bang Andy sendiri tidak lagi menekuni Teknik Mesin, namun memilih memasuki dunia tulis menulis dalam jurusan Publisistik (hal ini yang beliau sebut 'Berani mundur untuk lebih maju') hingga akhirnya nama Andy Noya berkibar sebagai seorang jurnalis kawakan dengan tulisan-tulisan berkualitas.
Pada momen yang sama itu pula saya disuguhi pengalaman hidup banyak orang yang memilih untuk meninggalkan 'zona aman' nya dan mengikuti lentera jiwanya. Di sisi lain saya menyadari banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti passion dalam dirinya, entah karena desakan keluarga (umunmya orangtua), karena kesulitan finansial, atau karena berbagai alasan lainnya. Hal ini tentunya menjadi keprihatinan saya, sementara on the other hand, saya merasa bersyukur banget-banget, teramat sangat, karena saya adalah satu dari orang-orang yang diberi kesempatan terbuka untuk mengikuti panggilan lentera jiwa saya, saya mengambil pendidikan di bidang yang saya minati, saya bebas untuk mengekspresikan passion saya dalam apapun yang saya kerjakan. Bahkan sudah terbayang di dalam benak saya segala hal yang ingin saya lakukan saat saya tua kelak.

Nah, kenapa saya nyinggung-nyinggung Mas Nugie di awal postingan ini. Hmmm...di saat penyanyi-penyanyi ternama lainnya sibuk menggubah lagu-lagu cinta yang monoton, Mas Nugie berdendang tentang passion, sebuah realita hidup yang kurang disadari banyak orang. Saya berharap lagu bertajuk 'Lentera Jiwa' ini dapat menjadi inspirasi buat siapa saja yang ingin mengikuti kata hatinya. (NB: semua model yang ada dalam MV ini adalah nyata, bukan fiksi atau rekayasa.) ..


Buat saya, ketika kamu bisa mengerjakan apa yang kamu cintai, maka kamu akan bisa melakukan segala sesuatunya secara pol-polan alias maksimal. Passion has a great pontential to affect your performance. So, buat siapapun yang baca postingan ini, I'd like to say....FOLLOW YOUR PASSION!
*This post is inspired by 'Gladi Kebangsaan Orang Muda Keuskupan Bandung, 5-7 Agustus 2011' di KarangTumaritis, Lembang, Bandung.

Kamis, 04 Agustus 2011

Gajah + Kamera = Khokkiri

Subuh-subuh begini tiba-tiba jari saya merasa 'tersentuh buat nulis resensi (atau review, atau entah apa namanya itu) tentang sebuah novel, yang sempet saia singgung di postingan awal (dan paling awal) di blog ini. Judulnya boleh dibilang cukup ajaib....Khokkiri.


Desain cover dari novel ini saja sudah menggelitik rasa penasaran kita untuk membacanya, dengan gambar karakter gajah mungil berwarna biru yang menggenggam kamera, mungkin dalam bayangan kita sudah terbersit bahwa Khokkiri adalah novel ringan yang segar dan cenderung kekanakan, (FYI: Dalam bahasa Korea, 'Khokkiri' berarti gajah). Namun, as a wise man said "Don't judge a book by the cover" nampaknya pepatah ini secara denotatif terbukti dalam novel ini.

Dari background cover yang terkesan dark, Lia Indra Andriana -penulis novel ini- mengisyaratkan kepiawaiannya dalam menggarap sebuah novel serius bernuansa Korea. Novel yang penuh dengan kepingan-kepingan kenangan yang secara tak terduga, saling berhubungan dan mengungkap sebuah kenyataan yang tak terbayangkan oleh tiap karakternya,  termasuk oleh kita yang membacanya.

Dialah Becca, seorang blogger lugu yang ingin menjadi Khokkiri dan tak melupakan kenangannya.....
Dialah Adriel Jo, fotografer muda Korea, yang menitipkan ungkapan cintanya pada sang Khokkiri....
Dialah Richard, dokter muda berbakat yang amat realistis dalam memandang kehidupan...
Dialah Della, wanita muda cerdas dan percaya diri, yang terbalut dalam kenangan yang tak ia pahami....
Dialah Lucy, pribadi yang memandang dunia seperti adanya, tanpa dipusingkan kenangan di sekelilingnya...

Mereka hidup dalam keseharian masing-masing dan menjalani hidup seperti yang selama ini mereka tahu. Namun bagaimana bila kenangan itu datang, dan membawa mereka untuk menerima kenyataan yang tidak mereka duga dan harapkan? Benarkah Khokkiri akan selalu ingat?

Pertama kali saya membaca novel ini, kesan yang muncul adalah 'berat', and it is hard indeed. Alur cerita, keragaman karakter, serta konflik-konflik yang terjadi di antara tokoh-tokohnya memang tidak dapat dimengerti dengan ringan dan begitu saja. Tapi (ada tapinya nih) berat tentu saja tidak identik dengan membosankan. Justru semakin saya membuka novel yang satu ini, semakin saya terbawa dan terlarut dalam rasa penasaran untuk mengetahui fakta-fakta menarik yang kerap muncul dalam novel bernuansa Korea ini.
Singkatnya, Kak Lia Indra Andriana berhasil dengan mulus mempertahankan rasa penasaran saya dari awal sampai akhir novel ini.
Kalau diibaratkan, membaca Khokkiri itu sama seperti menemukan sebuah puzzle yang belum tertata, untuk kemudian perlahan-lahan menyusun puzzle ini menjadi sebuah rangkaian kenangan yang utuh dengan membaca tiap halamannya. Novel yang bermuara pada sebuah penyakit psikologis yang disebut Dissociative Identity Disorder (D.I.D) ini mungkin memang kurang cocok buat kamu-kamu yang mengharapkan sebuah bacaan ringan yang menghibur di waktu senggang, karena Kak Lia sendiri mencoba mengetengahkan genre Drama Psikologi,
Dan buat kamu yang punya kebiasaan membaca novel bagian awal dan akhirnya saja, maka hampir bisa dipastikan kalau kamu akan berakhir dengan kepala migren akibat bingung, Alur dan kisah dalam novel ini tidak dapat ditebak begitu saja seperti novel-novel remaja kebanyakan, dan disitulah poin terpenting dan paling menarik dari Khokkiri....obviously unpredictable ^_^
So, kalo kamu suka ketegangan, tertarik pada konflik dan romantisme, dan (yang jelas) suka segala hal berbau KOREA, Khokkiri can be the most recommended novel for you...

Happy reading! ^_^

NB: Credits goes to Lia Indra Andriana (writer of Khokkiri, Seoulmate, Dentistory, Marrying Aids, Seoul Cinderella, and much more...#too much to mention)

BLOG (?)

Well.....I guess it's the right time to say HAPPY BIRTHDAY to my blog....
Akhirnya setelah sekian lama sempet bimbang, saia putuskan untuk bikin blog juga...and obviously, this is my first post. Mungkin buat orang yang terbiasa blogging, saia termasuk kategori 'gaptek' karena baru hari gini kenalan sama dunia blog, tapi buat saya, this day will be kinda worthy to remember.
Dalam bayangan saya sih, blog ini isinya ya tentang saya, hidup saya, dan apa yang saya mau tulis....kalo mood nya lagi puisi, ya puisi....kalo lagi ada wangsit buat bikin cerpen, mungkin juga bakal ada cerpen. Surely, isi blog ini ya tergantung pada si jari, lagi pengennya nulis apa ^_^
So, one resolution....buat yang iseng baca, atau kebetulan menemukan diri anda kesasar di blog ini, dan nggak suka dengan isinya yang (memang) geje...you may leave my page in peace and silence ^_^ no offense deh.

A little bit story di balik lahirnya blog ini.
Saya suka banget nulis (mungkin tepatnya ngetik kali ya) dan cukup banyak orang-orang sekitar yang menyarankan bikin blog, termasuk guru, dosen, motivator, dan sebangsanya. Tapi entah kenapa kayaknya ada sesuatu yang menahan saya untuk mengakrabkan diri dengan si blog, entah mungkin karena udah betah sama facebook, atau karena nggak mau ngulang apa yang kusebut Friendster Disaster (terlantarnya Fs karena kelamaan gak diurus *kayak tamagochi :D). Sampai akhirnya once upon a time....(haiah) saya membaca satu novel fiksi Korea, dimana salah satu tokoh utamanya adalah blogger yang benar-benar blogger ^_^ (maksudnya ya hobi banget blogging), dan kebetulan, si tokoh satu itu,-yang namanya adalah Becca- menjadi tokoh wanita impian saya (loh? Maap kalo jadi sesi curhat).

Boleh dibilang, novelis dibalik karakter Becca lah yang jadi inspirasi utama saya sampai kepikir untuk bikin blog ini, dan kelihatannya...ah, bukan, memang novelis satu ini juga blogger ^_^ yah...meski mungkin tulisan-tulisan saya ini nggak se-menarik atau se-bermutu punya si kakak novelis ini, but at least I've tried my best!

HAPPY BIRTHDAY MY BLOG!

Hmmm....what will I write in my next post ya?