Langit adalah mata, ia diam
Ia pengamat setia dalam diam
Dibalik gemawan ia kisahkan sebuah cerita
Sebuah kisah tentang kerinduan cakrawala
Para penerang semesta raya
Ini tentang bulan, bintang, dan matahari
Ini cerita bulan, sang pucat penerang malam
Lama sudah ia menanti sang mentari...mengharap
Menatapnya sejauh petang dari siang,
Langit bergulir, sang bulan bersama bintang
Cahaya bulan adalah miilik bintang
Bintang bersinar tak peduli
Ini ungkapan bintang, sang kemilau dalam malam
Ia bersinar di sisi rembulan
Hingga petang menjadi fajar...setia
Sampai saat ia harus pergi, meniti langit
Meluncur jauh menguak awan tinggalkan bulan
Tak tersentuh matahari
Ini balada sang matahari penguasa pagi
Ia yang punya kisahnya sendiri, bukan dalam malam
Menerangi dalam bisu, mengharap sang bulan
Tetap setia dalam fatamorgana panasnya sendiri
Bermandi ilusi tentang rembulan di siang hari
Dibayangi mimpi
Cerita langit tak berakhir, hanya terhenti
Mentari yang mengharap bulan
Menjadi bahan gurauan alam semesta
Bulan yang tak bisa tinggalkan bintang
Langit hanya diam, melihat, menunggu
Bintang yang meluncur pasti
Langit menanti, leburnya rembulan dan matahari...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar