Aku, penyair berkawan rindu
Saat karibku itu mengoyakkan kalbuku
Rasa kualirkan dalam kepingan kata
Balada matahari, bulan dan cakrawala
Kawanku, sang rindu yang pekat seiring waktu
Kulukis dirimu dalam syair kisahku
Aku, penyair berkawan rindu
Saat ia menghujam benakku
Cinta kutitipkan pada selembar makna
Cerita cinta aku dan dirinya
Sahabatku, sang rindu melekat tak kenal waktu
Kurajut dirimu dalam sajak haru
Kamu, yang jadikan aku nerindu, petang pagi
Saat kau baca lantunan syairku ini
Ingatlah, tak sedetikpun aku terpisah rindu
Ingatlah, tak seorangpun dalam anganku
Hanya kamu membayang, saat aku bersama rindu
Kawanku, jiwa bagi tiap sastraku, untukmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar