Putih...Kasih Terbesar pasrahkan nyawa bagi kawanan-Nya
Kasih Terbesar menyatakan cinta-Nya dalam sengsara
Guru dan Tuhan menghamba, aku dan kamu mendamba
Kecupan di pipiku, darimu, tanda cinta sederhana
Kecupan di pipi-Nya, semu, tanda khianat domba-Nya
Tiap kupandang tubuh-Nya Mahakudus malam itu.
Ingatku pada-Nya, yang membasuh kakiku dengan cinta
Ingatku padamu, yang membasuh hatiku dengan cinta
Agung...Raja Semesta terhitung antara dosa dunia
Raja semesta menyatakan cinta-Nya di salib hina
Putera Allah esa tersendat, aku kamu kian erat
Genggamanku di jemarimu siratkan sayang
Genggaman maut di raga-Nya tegaskan taat
Tiap kupandang salib-Nya kayu agung malam itu
Ingatku pada-Nya yang menebus segala dosa salahku
Ingatku padamu yang terima semua batas dan kurangku
Suci...Cahaya Dunia terbitkan asa umat manusia
Cahaya Dunia menyatakan cinta-Nya sirna gulita
Adam Baru lambang gempita, aku dan kamu mencinta
Lilinmu serta lilinku bernyala, indahkan kalbuku
Sinar-Nya seta kasih-Nya bernyala, menghalau malamku
Tiap kuingat madah Paska-Nya bergaung malam itu
Ingatku pada-Nya yang terangi hatiku hapus nestapa
Ingatku padamu yang terangi hatiku rona asmara
Kosong...kini kosong kubur Dia Yang Hidup di hari ketiga
Dia Yang Hidup kembali ke sisi Bapa dalam mulia
Putera Manusia bangkit syahdu, aku dan kamu merindu
Senyummu untukku berikan bahagiaku
Senyum-Nya bagiku penuhkan sukacitaku
Tiap kupandang makam-Nya kosong bersih pagi itu
Ingatku pada-Nya yang menebus segala durhakaku
Ingatku padamu, yang kan selamanya ku merindu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar