Minggu, 06 Januari 2013

Cerita Di Sudut Pagi


Aku hanyalah titik-titik embun
Titik embun yang jatuh di tepian pagi
Memantulkan hangat sang matahari
Kristal-kristal kecil langit tanpa arti
Menghadir di sela kabut, melenyap ditelan fajar

Disana, sekuntum mawar merekah
Merah, memanja kalbu begitu indah
Harum semerbak sirnakan gundah
Hadirkan pesona dalam nuansa pagi
Tatapan siapa yang takkan berseri

Angan sang embun di batas cakrawala
Melayang jauh dalam rona asmara
Sungguh ingin hiasi sang mawar
Menjadi permata bagi mahkotanya
Menitik jatuh segarkan kelopak anggunnya

Berbanding samudera, embun tak bermakna
Kristal kecil langit bukan gelombang perkasa
Ia hanya ingin pantulkan cahaya surya
Tuk sinari indahnya mawar hatinya
Selimuti pujaannya, mawar nan jelita

Hingga langit memanggil embun pulang
Kembali di pelukan awan, menutup asa
Embun tetap merengkuh mawar
Melebur dalam keindahannya, bersamanya...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar