Selasa, 09 Agustus 2011

Passion IS Your Lantern

"Ku biarkan ku mengikuti suara dalam hati, yang s'lalu membunyikan cinta....
Ku percaya dan ku yakini murninya nurani, menjadi lentera jiwaku...."

Mungkin bagi banyak orang, pekerjaan adalah mengenai masa depan, tepatnya masa depan keuangan kita, pekerjaan adalah tentang investasi, tentang peluang, tentang untung rugi. Tak ada ruang bagi kata 'suka' atau 'tidak suka', karena pekerjaan bukan hal yang bisa dipilih begitu saja. Namun benarkah demikian? Menurutku nggak tuh, dan nampaknya Mas Nugie dan banyak orang yang sudah menemukan lentera jiwanya juga bakal berpendapat senada.
Nugie dalam lagunya 'Lentera Jiwa' bener-bener sudah menginspirasi saya (dan juga banyak pendengar lainnya pastinya). Apa sih lentera jiwa ini? Merk neon terbaru? Nyastra banget gitu bahasanya. To say it shortly, lentera jiwa ini biasa kita kenal dalam bahasa keren lain. Passion.

Yap, Passion alias gairah inilah yang menjadi fokus ku dalam posting kali ini. Eiits...jangan berpikir kemana-mana kalau berbicara soal gairah, tentunya saya ingin sedikit share tentang gairah atau lentera jiwa dalam profesi.
Seperti yang sudah saya singgung di atas, kebanyakan orang berpikir bahwa pekerjaan bukanlah tentang pilihan. Ada garis tegas yang memisahkan pekerjaan dengan hobi. Namun saya pribadi nggak setuju sama pendapat macam begitu, no offense. Love what you do and do what you love....itu kata-kata seorang motivator kepada saya, mengutip seorang bijak ternama (yang entah siapa namanya saya lupa) dan hingga detik ini, kalimat itu masih terngiang dan menginspirasi keseharian saya. Pekerjaan itu adalah pilihan, dan pilihan itu bukan soal besarnya uang yang didapat kelak, pilihan itu soal passion...soal panggilan lentera jiwa, soal suka atau tidak suka saya ketika menjalani pekerjaan itu. If you don't love your job, and there's no passion in it, then it will comes to nothing. There's no need to force yourself and resist your passion.
Well, semua ini mungkin keliatan terlalu idealis (terlebih bagi yang kurang setuju sama pandangan saya), and I have to admit, it is indeed idealistic. tapi toh saya tetap berpegang pada pandangan saya ini, terserah dengan yang lainnya.
Pada suatu kesempatan, Bang Andy F. Noya, jurnalis tersohor sekaligus pembawa acara Kick Andy yang populer di Metro TV itu bertemu saya dalam sebuah sesi, dan berkisah tentang lentera jiwa ini. Jauh sebelum beliau menekuni dunia media dan jurnalisme, Bang Andy sempat menjalani pendidikan Teknik Mesin.   Bayangkan saja, seorang mahasiswa teknik mesin yang hobi membuat puisi dan bahkan mengikuti Kompetisi Membaca Puisi Tingkat Nasional, kedengaran sangat feminin bukan? (Bang Andy menuturkan ini sembari berseloroh). Namun nampaknya tak ada yang bisa menghentikan beliau mengikuti panggilan lentera jiwanya. Mendengarkan pengalaman Bang Andy membuat saya menyadari satu hal penting lagi, passion adalah tentang keberanian. Berani mengambil keputusan, berani berpikir out of the box. Pada akhirnya Bang Andy sendiri tidak lagi menekuni Teknik Mesin, namun memilih memasuki dunia tulis menulis dalam jurusan Publisistik (hal ini yang beliau sebut 'Berani mundur untuk lebih maju') hingga akhirnya nama Andy Noya berkibar sebagai seorang jurnalis kawakan dengan tulisan-tulisan berkualitas.
Pada momen yang sama itu pula saya disuguhi pengalaman hidup banyak orang yang memilih untuk meninggalkan 'zona aman' nya dan mengikuti lentera jiwanya. Di sisi lain saya menyadari banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti passion dalam dirinya, entah karena desakan keluarga (umunmya orangtua), karena kesulitan finansial, atau karena berbagai alasan lainnya. Hal ini tentunya menjadi keprihatinan saya, sementara on the other hand, saya merasa bersyukur banget-banget, teramat sangat, karena saya adalah satu dari orang-orang yang diberi kesempatan terbuka untuk mengikuti panggilan lentera jiwa saya, saya mengambil pendidikan di bidang yang saya minati, saya bebas untuk mengekspresikan passion saya dalam apapun yang saya kerjakan. Bahkan sudah terbayang di dalam benak saya segala hal yang ingin saya lakukan saat saya tua kelak.

Nah, kenapa saya nyinggung-nyinggung Mas Nugie di awal postingan ini. Hmmm...di saat penyanyi-penyanyi ternama lainnya sibuk menggubah lagu-lagu cinta yang monoton, Mas Nugie berdendang tentang passion, sebuah realita hidup yang kurang disadari banyak orang. Saya berharap lagu bertajuk 'Lentera Jiwa' ini dapat menjadi inspirasi buat siapa saja yang ingin mengikuti kata hatinya. (NB: semua model yang ada dalam MV ini adalah nyata, bukan fiksi atau rekayasa.) ..


Buat saya, ketika kamu bisa mengerjakan apa yang kamu cintai, maka kamu akan bisa melakukan segala sesuatunya secara pol-polan alias maksimal. Passion has a great pontential to affect your performance. So, buat siapapun yang baca postingan ini, I'd like to say....FOLLOW YOUR PASSION!
*This post is inspired by 'Gladi Kebangsaan Orang Muda Keuskupan Bandung, 5-7 Agustus 2011' di KarangTumaritis, Lembang, Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar